Minggu, 06 November 2016

Sesungguhnya untuk merasakan bahagia anda tak perlu bayar apa-apa, Gratis!

` kurikulum pendidikan formal JIKA-MAKA telah membentuk doktrinasi yang sangat kuat mengenai sebab akibat. Semua hal kemudian dibahas dalam kajian JIKA MAKA. Sehingga di alam bawah sadar banyak orang tertera sangat kuat “saya baru bahagia bila. . . . ” apalagi
saya hanya bahagia bila. . .”wahh tidak terbayang orang yang punya self talk seperti ini tentunya agak kurang mudah untuk lolos dari seleksi kehidupan. Pembahasan ini sesungguhnya berkaitan dengan belief system yang telah dibentuk dan terus dibangun. Tahukah anda bahwa sesungguhnya bahagia itu sendiri adalah tanda syarat.
program ulang jiwamu untuk dapat dengan mudah menjadi bahagia tanpa harus terjadi suatu kondisi tertentu. Dengan mudah anda bisa mengerti ini, bahwa anda menjadi bahagia meskipun bukannya bahagia karena. Seolah-olah banyak orang masih merasa bahwa untuk menjadi bahagia itu sulit, seperti harus bayar harga mahal. Buang semua mindset seperti kaya adalah bahagia. Punya mobil baru bahagia, dihargai orang lain membuat merasa bahagia. Semua hal ini adalah tidak tepat sebab sesungguhnya bahagaia adalah di saat anda menyadari bahwa anda ada dan diri anda penting.

Diriku sekarang lebih penting dari semua sejarah penderitaan masalalu

~ apa yang sebenarnya merongrong anda di dalam jiwa? Kebanyakan adalah memory-memory masa lampau yang sebenarnya hanyalah sebuah hiasan hidup, suatu saat baru anda dapat mengerti bahwa semua itu memang harus terjadi.

Tak ada seorang pun yang telah matang tanpa melalui proses “ dipanaskan”. Apapun yang telah terjadi di masa lalu tertuju pada satu kepentingan, yaitu diri anda di masa sekarang. Diri anda sekarang memang lebih penting dari masa lalu, terlebih lagi diri anda di masa depan. Memang demikianlah seharusnya bahwa anda menghargai tujuan hidup anda yaitu masa depan.



Apakah simpati sama dengan empati?


Jawabannya tidaklah sama.
Bersimpati artinya perasaan kita hanyut untuk ikut merasakan. Emosi kita tergambar melalui bahasa tubuh bahwa kita tenggelam dalam kebersamaan. Dalam simpati, kita lebih banyak merespons dengan perasaan.
Dalam kehidupan ini kita memang perlu untuk bersimpati bahkan untuk merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain sebagai kita juga mengerti dengan keadaannya.
Simpati yaitu merasakan sepenuh hati dan ikut merasakan kesediahan dan kesenangan orang lain atau orang yang bercerita dengan kita sebagai wujud bahwa kita juga mempunyai perasaan yang sama dengan dia. Seperti contoh : kalau teman cerita kita merasa sedih kita juga merasakan kesedihan tersebut lebih mendalam. Apabila dia menangis kita juga ikutan menangis. Maka, itulah yang namanya simpati. Simpati ini sangat tidak di butuhkan dalam proses konsultasi dan bagi konselor sendiri. Apabila konselor sampai bersimpati dengan kliennya, masalah yang di ceritakan klien tersebut tidak akan pernah selesai karena kita juga mempunyai perderitaan yang sama dengan dia. Bahkan, pemecahan masalah tersebut juga tidak akan pernah bertemu. Jadi, seorang konselor harus mempunyai empeti bukan simpati. Empeti yaitu merasakan kesedihan dan kesenangan yang dirasakan orang yang dirasakan orang lain tapi tidak ikut berlarut-larut didalamnya. Dia hanya merasakan saja, seperti contoh : apabila si klien menangis-nangis dalam menceritakan masalah dan keluhannya, kita juga tidak ikut menangis, itulah yang di namakan empeti.
Berempeti tidak berarti tidak sepakat, melainkan kita secara mendalam mencoba mengerti orang itu, baik dari segi emosional maupun intelektual. Kita mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak hanya kata-katanya. Dalam empeti kita mendengar dengan hati, mata dan pikiran secara objektif bahkan menggunakan sekaligus semua panca indera kita.

Maka, dalam berintraksi dengan orang lain antara rekan kerja di kantor, antara atasan-bawahan, dalam anggota keluarga, dalam masyarakat dalam organisasi dll… tidak cukup sekedar simpati saja namun juga ber_empeti.

Seutas Harapan Akan Selalu Ada


Bintang-gemintang nan indah seolah takjub melihat sosok anak ini. Diam tepekur, entah apa yang ada dalam pikirnya. Seraya mendongak takjub ke langit, sungguh mempesona wajahnya, guratan wajah cerianya.
Aku… aku akan membangun sebuah perpustakaan kecil, yang penuh dengan buku bacaan. Pasti sangat seru dan menyenangkan, nanti teman-teman bisa membaca bersama-sama. Kalimat ini berkali-kali terucap dari sesosok anak, sungguh tulus.
“Aku akan mengumpulkan lebih banyak lagi koran-koran bekas, botol-botol bekas, kertas-kertas bekas, biar aku bisa beli buku bekas dan buat perpustakaan kecil” kataku dengan suara penuh harapan.
“Mimpi kamu ya Lin?” seru Nina seenaknya saja bicara.
“Apa yang tak mungkin di dunia ini, aku percaya semua itu dapat terwujud. Entah kapan waktunya, tapi pasti akan terwujud, aku percaya itu”
“Iyalah, aku doakan selalu, tapi jangan sampai karena cita-citamu itu kamu jatuh sakit, lihatlah badanmu jadi tambah kurus gara-gara terlalu sering menyisakan uang hasil jual barang-barang bekas untuk membeli buku-buku bekas”
“Baik” ku hela napas panjang.
Pagi yang indah, mentari pagi seraya menyapa hangat pagi ini. Awal pagi yang indah. Aku akan berusaha mengumpulkan barang-barang bekas yang banyak, biar dapet uang yang banyak.
Langkahku terhenti di kompleks perumahan mewah ketika aku melihat seorang Ibu yang sepertinya akan membakar sesuatu.
“Ibu sedang apa?”
Ibu itu hanya menoleh sepintas, lantas kembali menata tumpukan buku-buku yang akan dibakarnya.
“Jangan dibakar bu, biar buat saya saja buku-bukunya”
“Pergi kau, pemulung kecil”
Sedih sekali aku mendengarnya, apa salahnya menjadi pemulung. Yang penting aku tidak mencuri.
“Pergi sana” bentak ibu itu semakin terdengar menyeramkan.
Aku berlari-lari kecil, menoleh sepintas ke belakang. Sungguh sayang sekali buku-buku itu malah dibakar, mentang-mentang orang kaya seenaknya saja, sudah tak suka tinggal dibuang dan dihancurkan.
Aku memutuskan pulang ke rumah kardus lebih cepat dari biasanya. Sedih sekali melihat kejadian tadi siang. Aku hitung uang tabunganku dan ternyata sudah ada sekitar Rp 20.000,00. Besok aku akan beli buku-buku bekas.
Aku senang sekali hari ini. Hari ini aku akan membeli buku bekas pertamaku untuk koleksi perpustakaan kecil impianku.
Setelah memilah-milih buku, akhirnya aku mantap membeli 5 buku bekas. 3 buku dongeng dan 2 buku pengetahuan umum.
Dengan riang aku pulang menuju rumah kardus dan segera memberitahu teman-teman bahwa aku sudah selangkah jalan untuk membuat perpustakaan kecil di rumah kardus.
Namun sayang, saat aku menyebrang aku tidak lihat kanan-kiri. Aku terserempet mobil. Kakiku lecet-lecet. Perih rasanya, namun yang membuat perih adalah buku-buku bekasku jatuh terpental ke kubangan air di lubang jalan. Bukuku basah dan kotor semua. Musnah sudah harapanku.
“Maaf dek, Ibu tidak sengaja. Adek terluka?”
“Nggak papa bu”
Aku menangis, bukan karena lecet-lecet di kakiku, tapi karena bukuku. Lihatlah impianku terhempaskan.
“Ibu bawa ke rumah sakit ya?”
“Nggak usah bu” kataku lirih.
Aku mencoba berdiri, perih sekali. Perlahan aku mencoba melangkah untuk mengambil bukuku. Semua basah dan kotor, tak mungkin aku meminjamkan buku-buku seperti ini pada teman-teman.
“Maafkan ibu dek. Apakah itu buku adek?”
“Iya bu”
Aku menceritakan sepintas kisahku pada ibu berwajah menyenangkan itu. Lantas ibu itu membawaku ke sebuah toko buku besar. Aku takjub melihatnya. Sungguh menyenangkan, ada banyak sekali jenis buku yang ada. Aku memilih 5 buku, dan tentunya ini buku baru bukan buku bekas seperti punyaku. Ternyata Tuhan mengganti buku bekasku dengan buku baru yang sangat bagus.
Ibu dengan wajah menyenangkan mengantarku pulang ke rumah kardus. Ibu itu berjanji akan besok akan datang berkunjung lagi. Aku mengiyakan saja, karena memang aku juga suka dengan ibu itu, wajahnya menyenangkan bersahabat, tak seperti orang kaya kebanyakan yang sok sekali berkuasa dan memandang kaum rendah seperti kami.
Kejutan datang keesokan harinya. Ibu berwajah menyenangkan itu datang kembali. Dan membawa 2 kardus besar.
“Itu kardus apa bu?” tanyaku sok ingin tahu.
“Kejutan, buka sendiri saja dek”
Lantas aku membukanya. Isinya buku-buku dongeng, buku-buku pengetahuan umum, peta dunia dan masih banyak jenis buku lainnya.
Aku bahagia
Akhirnya impian ku untuk membuat perpustakaan kecil untuk teman-teman sesama pemulung terwujud.


Jumat, 04 November 2016

Persamaan yang khas dari fakta dan opini

- Umumnya merupakan hasil observasi dari sebuah kejadian atau peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik
 
Contoh fakta : Batik Pekalongan mendapat perhatian publik pada pameran batik di Perancis
Contoh opini : Batik buatan pabrik garmen Ibu Rita di Pekalongan sangat halus dan bagus
 
- Ide-ide penulisan dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian pembaca
 
Contoh fakta : Penyebaran penyakit flu burung telah menjangkit lebih dari 200 orang di Bandung
Contoh opini : Flu Burung dapat menyebabkan kematian massal
 
- Informasi yang diberikan biasanya berdasarkan dari sebuah berita yang telah terjadi atau berhubungan dengan sebuah peristiwa yang akan menyedot perhatian publik karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari publik.
 
Contoh fakta : - Cristiano Ronaldo berhasil menjadi pemain terbaik dunia versi FIFA
Contoh opini : - Chritiano Ronaldo adalah pemain sepak bola yang paling digilai oleh kaum hawa.
 
- Umumnya fakta dan opini merupakan informasi yang berdasarkan sebuah peristiwa yang sedang populer atau hits di masyarakat.
 
Contoh fakta :  Pesawat MAS MH370 merupakan buatan Amerika Serikat
Contoh opini : Pesawat MAS MH370 merupakan pesawat yang memiliki teknologi paling canggih
 
- Redaksi mengharapkan mendapatkan perhatian atau tanggapan dari publik terhadap fakta dan opini yang mereka tulis
 
Contoh fakta :  Siapa yang menyebabkan kebakaran hutan di Riau semakin parah?
Contoh opini : Diduga penyebab kebakaran hutan di Riau adalah oknum perusahaan kelapa sawit


Pemahaman

Sepuluh keistimewaan Ilmu dibandingkan harta
Orang-orang yang khawarij pernah menguji kecerdasaan Ali bin abi thalib karramallahu wajhah dengan mengajukan sepuluh orang untuk bertanya satu pertanyaan yang harus dijawab Ali r.a dengan jawaban yang berbeda. Pertanyaan mereka adalah, “Wahai Ali, istimewa manakah antara Ilmu dan harta?” berikut adalah jawaban sahabat yang di juluki Nabi SAW, sebagai “gerbang Ilmu”itu.
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta, sebab, ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Haman, dan Fir’aun.
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. sebab, Ilmu selalu menjagamu, sedangkan engkau harus menjaga harta milikmu
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta, sebab orang berilmu banyak kawan, sedangkan orang kaya banyak musuhnya.
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. Sebab, ilmu bila diinfakkan (diajarkan) akan semangkin bertambah, sedangkan harta bila di infakkan akan semakin berkurang
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta, sebab orang berilmu dipanggil dengan sebutan mulia. Sedangkan orang berharta dipanggil dengan sebutan hina
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta, sebab ilmu tidak perlu di jaga sedangkan harta minta di jaga.
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. Sebab orang berilmu di hari kiamat akan di beri syafaat. Sedangkan orang berharta di hari kiamat akan di hisab dengan berat
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. Sebab ilmu di biarkan saja tidak akan pernah rusak,  sedangkan harta dibiarkan pasti berkurang (bahkan bisa habis karena untuk makan).
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. Sebab ilmu memberikan penerangan di hati, sedangkan harta dapat memberikan kerusakan di dalam hati (seperti menimbulkan sifat takabur, pamer, dan kufur nikmat).
  • -          Ilmu lebih istimewa daripada harta. Sebab orang berilmu bersikap lemah lembut dan selalu berbakti kepada Allah. Sedangkan orang berharta sering memiliki sifat takabur dan ingkar kepada Allah Swt.




















Tentang penulis
Akhmad Muhammad azzet, lahir pada 2 februari 1973 di Jombang. Jawa timur.
Seluruh jenjang pendidikannya. Sebelum kuliah di selesaikan di kota santri tersebut. Yakni, MI tarbiyatul huda, MTsN Plandi, dan PGAN Jombang. Juga, pernah nyantri di pondok pesantren sunan kalijaga, kaliwungu, dan pondok pesantren As-salam, peterongan: keduanya di Jombang. Selanjutnya, pada 1992, meninggalkan kota kelahirannya untuk menuntut Ilmu di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Lelaki ini sangat mencintai dunia tulis-menulis

Selasa, 01 November 2016

Saya ingin anda menulis

                                Menulis Puisi harus punya Expresi


Kegagalan yang sesungguhnya terjadi
jika manusia menolak untuk mencoba
(Author Unknown)

Kutipan di atas merupakan seruan pembangun menyalurkan perilaku seseorang bagi para penulis kreatif.
cara lain berkomunikasi antara penulis dengan orang lain melalui media bahasa tulis. Dengan mengolah bahasa, bermain kata-kata, penulis dapat secara bebas berekspresi mengomunikasikan berbagai hal tentang apa yang ada dalam kehidupan pribadinya. Dengan menulis puisi, seseorang harus bergumul dengan berbagai ungkapan, simbol, metafor (kelompok kata bukan dng arti yg sebenarnya).
      agar menghasilkan gambaran yang bernilai. Selain itu menulis puisi juga menuntut seseorang untuk mampu mengungkapkan ide. Kata kunci yang dapat mempermudah seseorang untuk melahirkan sebuah tulisan adalah semangat untuk mencoba dan berkreasi secara sungguh-sungguh menggali berbagai ide sebagai bahan atau objek tulisan. Tanpa hal itu, biasanya penulis (pemula) sering mengalami kebuntuan ide, tidak tahu harus memulai tulisan dari bagian yang mana atau kendala lain yang sering menyurutkan langkah seseorang menuju ”dunia tulis” yang sesungguhnya mengasyikan itu. Oleh karena itu, spirit untuk mencoba harus dibangun agar memperkokoh tekad kita untuk menjadi seorang penulis dalam dunia sastra.
Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat melahirkan sebuah tulisan berbentuk puisi. Contohnya
TENTANG KABAR DARI LANGIT

Ada kabar dari langit
beritanya diterbangkan angin lewat puting beliung

Dan bumi menyulam kisahnya sendiri
tentang suhunya yang semakin tinggi
menguarkan gerah dan aroma keringat

Lalu salju abadi menangis
leleran air matanya jadi gelombang laut yang menggunung
lalu samudra memuntahkan bah
menenggelamkan kota-kota

Kita semua panik lalu tengadah ke langit
berarak asap sisa pembakaran merobek birunya
dan kita terperangkap dalam karbondioksida yang menggila
mabuk lalu tersungkur jatuh




lalu kita pun sepakat
menanam satu, dua, bahkan sejuta pohon
tapi dengan galak para pembalak
masuk hutan dengan senso di tangan
hendak memangkas kehidupan

(Ambillah Bulan, 2009:3)
http://www.toxel.com/wp-content/uploads/2013/12/3dbenhaine08.jpg


http://www.toxel.com/wp-content/uploads/2013/12/3dbenhaine08.jpg


contoh kutipan puisi di atas dihadirkan melalui kritik sosial kepada para pembalak yang dengan pongahnya mengerahkan segala kekuatan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan mengabaikan kelestarian alam. Penggunaan sarana retorika dan pilihan kata yang sederhana, dan sangat akrab di telinga dapat memudahkan kita untuk memahami, memaknai, dan menikmati puisi yang kita baca.
Mengkritisi Kebijakan
         Panggung kehidupan manusia sesungguhnya tidak terlepas dari kebijakan yang berlaku di suatu negeri. Kebijakan yang digulirkan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Kondisi ini dapat memicu masyarakat untuk mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan publik.
Sebagai tulisan yang mampu mengomunikasikan sebuah pesan, puisi dapat pula memotret fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Bahkan dengan mengolah bahasa secara kreatif, kritik sosial yang dilontarkan kepada pihak penentu kebijakan lebih komunikatif jika disajikan dalam larik-larik puisi .~ ~ ~ ~




http://www.toxel.com/wp-content/uploads/2013/12/3dbenhaine11.jpg
Berikut ini dapat dilihat contoh puisi yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah.
SEBUAH PERMOHONAN

Jangan tolong jangan merangkak lagi
Apalagi melejit, mengangkasa ke udara
Kaki kami sudah tak kuat lagi menjajaki
Walau cuma satu langkah
Lagi

Harga beras telah lama tak ramah
Minyak tanah hilang di tempat entah
Daging dan telur impian tak terjangkau
Tempe dan tahu ...
Tempe dan tahu...
Ikut-ikutan jadi seutama-utama menu

Jangan, jangan naik lagi
Harga-harga tak usah naik lagi
Kamu tahu kami harus makan apa
Kami memasak bagaimana
Elpiji bagi kami hanya mimpi
Kayu bakar mana mungkin ditemui
(Ambillah Bulan, 2009: 27)
Puisi Sebuah Permohonan tadi mengungkapkan suara hati seseorang yang merasakan getirnya kehidupan di masa-masa sulit. Untuk tetap dapat bertahan hidup sebuah permohonan dilontarkan agar pihak penentu kebijakan memperhatikan kalangan bawah yang menjerit menuntut kearifan.
Nah….!
Salah satu nya dengan ; Mengekspresikan Suasana Hati
Mengekspresikan Suasana Hati
      Dalam kehidupan kita sehari-hari tentu saja tidak akan terlepas dari berbagai kondisi. Ada suatu kondisi yang membuat kita senang, bahagia, sedih, bahkan terluka dan terhina. Kondisi yang kita alami dan kita rasakan tersebut menjadi sumber Inspirasi, Tema yang dapat dengan mudah kita tuangkan adalah dengan mendeskripsikan apa yang kita alami dan kita rasakan dalam kehidupan kita. Mengapa demikian?
Suasana hati adalah wahana yang dapat mudah kita akrabi untuk menulis puisi, contohNya:
~DALAM HUJAN~
Menembus belantara air
Menjalani hati miris saat bumi kuyup
Tuhan, hujan ini limpahan berkah
Mengapa hatiku begitu senyap?
(Harmoni, 2010:37)
Puisi di atas merupakan model puisi yang ditulis dengan teknik mengekspresikan kegundahan suasana hati seseorang. Mudah bukan?
Memaparkan Harapan atau Kenyataan, cara yang mudah kita lakukan dalam menulis puisi adalah memaparkan harapan kita. Setiap orang tentu memiliki harapan atau cita-cita. 
Harapan atau cita-cita kita dapat pula terekspresikan dalam doa-doa kita pada saat selesai melaksanakan ibadah. Tidak ada orang yang hidup tanpa memiliki harapan. Hidup adalah sebuah petualangan yang memerlukan optimisme. Oleh karena itu optimislah dalam memandang kehidupan agar kita mampu meraih apa yang kita inginkan.
selain memaparkan harapan-harapan kita adalah memaparkan kenyataan hidup yang kita alami. Cermatilah dua contoh puisi Teti Gumiati berikut.
SEBUAH PELAYARAN
Kita sedang berlayar
telah kutetapkan kau sebagai qawam
rumah adalah kapal
bagian yang bocor kita tambal

Kita akan terus berlayar
bekal telah disiapkan
anak-anak jangan ketinggalan
aku tak ingin kehilangan
bukankah Nuh telah memberi pelajaran

Kita akan terus berlayar
Mengembara dari pulau ke pulau
Singgah di bandar-bandar

Angin melajukan kapal
usah panik bila badai menghantam
atau karang menghadang
atau cuaca tak nyaman

Layar agung dibentangkan
haluan diluruskan
menuju dermaga milik-Nya
(Harmoni, 2010:21)
Keterangan puisi diatas : dapat kita lihat sebuah pemaparan kenyataan yang dialami seseorang dengan deskripsi metafor sebuah pelayaran. Deskripsi dalam larik-larik tersebut menunjukkan larik-larik yang syarat dengan kekuatan dalam mengolah imaji. Tampak pula ketegaran penulis mengarungi kehidupan penuh dengan perjuangan dan optimisme.
Memotret Objek Alam
 Pada bagian ini akan dijelaskan bahwa teknik lain yang dapat kita lakukan dalam menuangkan gagasan dalam puisi adalah melalui teknik memotret objek alam. Dengan teknik ini kita dapat memanfaatkan saat-saat liburan, wisata dengan keluarga ke objek-objek pilihan akan sangat bermanfaat dalam memperkaya wawasan kita untuk menulis. Sebuah perjalanan menuju objek wisata pun dapat kita manfaatkan sebagai bahan tulisan.Tentu saja ini sebuah alternatif yang layak kita coba. Dengan melakukan karya wisata kita bukan hanya dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga, tetapi juga dapat beroleh sumber inspirasi yang akan memudahkan kita dalam menulis. Ya, alam adalah sebuah lahan yang tak pernah kering untuk membuat kita semakin produktif.
PANTAI BOJONG SALAWE

Angin telah kehilangan desir
karena pohon pandan tak ada lagi di pesisir
tinggal pasir-pasir beterbangan
udara panas memabukkan

hanya tambak-tambak udang
yang setia menyimpan serpihan kenangan

Aku tak lagi punya nyali
Berperahu menuju Nusawiru
mengintip ikan berenang di air payau
bercanda di antara pohon bakau

dan masih adakah ikan sumbilang
diberikan nelayan berdada telanjang
yang pantang menyerah menyulam kisah di lautan
walau terjangan ombak
kadang menghalangi jalan kembali ke daratan
(Teti Gumiati, Harmoni, 2010:11)
Nasihat itu dapat diekspresikan dalam puisi dengan cara mengajak, menghimbau, sebuah seruan bijak, atau pepatah menuju kebaikan. Nilai-nilai kehidupan yang sangat bermanfaat menuju kebaikan hidup seseorang merupakan celah yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan kreatif kita.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfJDWArmatZcCV-_y-K06pnFx2h7eo4usBzGWsbmsHXc7nSljKAJvbMwBMXK3v4pSurKFEAtw4W1SipIaxIolvBnHeT_4Ovwi9kwg2G9mIdMkXkij2LXm-bHAqUmSaXtP-Bf6ewjW2qtWh/s1600/lukisanpensil3dimensiin2.jpg





Catatan ku

Anak anak yang berkreasi, kreatif, lalu smart dan bermanfaat lainnya.. ialah lahir dari rahim ibunya yang begitu luar biasa kuat dan hebat. ...