Kegagalan yang sesungguhnya terjadi
jika manusia menolak untuk mencoba
(Author Unknown)
Kutipan di atas merupakan seruan pembangun menyalurkan perilaku seseorang bagi para penulis kreatif.
cara lain berkomunikasi antara penulis dengan orang lain melalui media bahasa tulis. Dengan mengolah bahasa, bermain kata-kata, penulis dapat secara bebas berekspresi mengomunikasikan berbagai hal tentang apa yang ada dalam kehidupan pribadinya. Dengan menulis puisi, seseorang harus bergumul dengan berbagai ungkapan, simbol, metafor (kelompok kata bukan dng arti yg sebenarnya).
agar menghasilkan gambaran yang bernilai. Selain itu menulis puisi juga menuntut seseorang untuk mampu mengungkapkan ide. Kata kunci yang dapat mempermudah seseorang untuk melahirkan sebuah tulisan adalah semangat untuk mencoba dan berkreasi secara sungguh-sungguh menggali berbagai ide sebagai bahan atau objek tulisan. Tanpa hal itu, biasanya penulis (pemula) sering mengalami kebuntuan ide, tidak tahu harus memulai tulisan dari bagian yang mana atau kendala lain yang sering menyurutkan langkah seseorang menuju ”dunia tulis” yang sesungguhnya mengasyikan itu. Oleh karena itu, spirit untuk mencoba harus dibangun agar memperkokoh tekad kita untuk menjadi seorang penulis dalam dunia sastra.
Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat melahirkan sebuah tulisan berbentuk puisi. Contohnya
TENTANG KABAR DARI LANGIT
Ada kabar dari langit
beritanya diterbangkan angin lewat puting beliung
Dan bumi menyulam kisahnya sendiri
tentang suhunya yang semakin tinggi
menguarkan gerah dan aroma keringat
Lalu salju abadi menangis
leleran air matanya jadi gelombang laut yang menggunung
lalu samudra memuntahkan bah
menenggelamkan kota-kota
Kita semua panik lalu tengadah ke langit
berarak asap sisa pembakaran merobek birunya
dan kita terperangkap dalam karbondioksida yang menggila
mabuk lalu tersungkur jatuh
lalu kita pun sepakat
menanam satu, dua, bahkan sejuta pohon
tapi dengan galak para pembalak
masuk hutan dengan senso di tangan
hendak memangkas kehidupan
(Ambillah Bulan, 2009:3)


contoh kutipan puisi di atas dihadirkan melalui kritik sosial kepada para pembalak yang dengan pongahnya mengerahkan segala kekuatan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan mengabaikan kelestarian alam. Penggunaan sarana retorika dan pilihan kata yang sederhana, dan sangat akrab di telinga dapat memudahkan kita untuk memahami, memaknai, dan menikmati puisi yang kita baca.
Mengkritisi Kebijakan
Panggung kehidupan manusia sesungguhnya tidak terlepas dari kebijakan yang berlaku di suatu negeri. Kebijakan yang digulirkan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Kondisi ini dapat memicu masyarakat untuk mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan publik.
Sebagai tulisan yang mampu mengomunikasikan sebuah pesan, puisi dapat pula memotret fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Bahkan dengan mengolah bahasa secara kreatif, kritik sosial yang dilontarkan kepada pihak penentu kebijakan lebih komunikatif jika disajikan dalam larik-larik puisi .~ ~ ~ ~

Berikut ini dapat dilihat contoh puisi yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah.
SEBUAH PERMOHONAN
Jangan tolong jangan merangkak lagi
Apalagi melejit, mengangkasa ke udara
Kaki kami sudah tak kuat lagi menjajaki
Walau cuma satu langkah
Lagi
Harga beras telah lama tak ramah
Minyak tanah hilang di tempat entah
Daging dan telur impian tak terjangkau
Tempe dan tahu ...
Tempe dan tahu...
Ikut-ikutan jadi seutama-utama menu
Jangan, jangan naik lagi
Harga-harga tak usah naik lagi
Kamu tahu kami harus makan apa
Kami memasak bagaimana
Elpiji bagi kami hanya mimpi
Kayu bakar mana mungkin ditemui
(Ambillah Bulan, 2009: 27)
Puisi Sebuah Permohonan tadi mengungkapkan suara hati seseorang yang merasakan getirnya kehidupan di masa-masa sulit. Untuk tetap dapat bertahan hidup sebuah permohonan dilontarkan agar pihak penentu kebijakan memperhatikan kalangan bawah yang menjerit menuntut kearifan.
Nah….!
Salah satu nya dengan ; Mengekspresikan Suasana Hati
Mengekspresikan Suasana Hati
Dalam kehidupan kita sehari-hari tentu saja tidak akan terlepas dari berbagai kondisi. Ada suatu kondisi yang membuat kita senang, bahagia, sedih, bahkan terluka dan terhina. Kondisi yang kita alami dan kita rasakan tersebut menjadi sumber Inspirasi, Tema yang dapat dengan mudah kita tuangkan adalah dengan mendeskripsikan apa yang kita alami dan kita rasakan dalam kehidupan kita. Mengapa demikian?
Suasana hati adalah wahana yang dapat mudah kita akrabi untuk menulis puisi, contohNya:
~DALAM HUJAN~
Menembus belantara air
Menjalani hati miris saat bumi kuyup
Tuhan, hujan ini limpahan berkah
Mengapa hatiku begitu senyap?
(Harmoni, 2010:37)
Puisi di atas merupakan model puisi yang ditulis dengan teknik mengekspresikan kegundahan suasana hati seseorang. Mudah bukan?
Memaparkan Harapan atau Kenyataan, cara yang mudah kita lakukan dalam menulis puisi adalah memaparkan harapan kita. Setiap orang tentu memiliki harapan atau cita-cita.
Harapan atau cita-cita kita dapat pula terekspresikan dalam doa-doa kita pada saat selesai melaksanakan ibadah. Tidak ada orang yang hidup tanpa memiliki harapan. Hidup adalah sebuah petualangan yang memerlukan optimisme. Oleh karena itu optimislah dalam memandang kehidupan agar kita mampu meraih apa yang kita inginkan.
selain memaparkan harapan-harapan kita adalah memaparkan kenyataan hidup yang kita alami. Cermatilah dua contoh puisi Teti Gumiati berikut.
SEBUAH PELAYARAN
Kita sedang berlayar
telah kutetapkan kau sebagai qawam
rumah adalah kapal
bagian yang bocor kita tambal
Kita akan terus berlayar
bekal telah disiapkan
anak-anak jangan ketinggalan
aku tak ingin kehilangan
bukankah Nuh telah memberi pelajaran
Kita akan terus berlayar
Mengembara dari pulau ke pulau
Singgah di bandar-bandar
Angin melajukan kapal
usah panik bila badai menghantam
atau karang menghadang
atau cuaca tak nyaman
Layar agung dibentangkan
haluan diluruskan
menuju dermaga milik-Nya
(Harmoni, 2010:21)
Keterangan puisi diatas : dapat kita lihat sebuah pemaparan kenyataan yang dialami seseorang dengan deskripsi metafor sebuah pelayaran. Deskripsi dalam larik-larik tersebut menunjukkan larik-larik yang syarat dengan kekuatan dalam mengolah imaji. Tampak pula ketegaran penulis mengarungi kehidupan penuh dengan perjuangan dan optimisme.
Memotret Objek Alam
Pada bagian ini akan dijelaskan bahwa teknik lain yang dapat kita lakukan dalam menuangkan gagasan dalam puisi adalah melalui teknik memotret objek alam. Dengan teknik ini kita dapat memanfaatkan saat-saat liburan, wisata dengan keluarga ke objek-objek pilihan akan sangat bermanfaat dalam memperkaya wawasan kita untuk menulis. Sebuah perjalanan menuju objek wisata pun dapat kita manfaatkan sebagai bahan tulisan.Tentu saja ini sebuah alternatif yang layak kita coba. Dengan melakukan karya wisata kita bukan hanya dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga, tetapi juga dapat beroleh sumber inspirasi yang akan memudahkan kita dalam menulis. Ya, alam adalah sebuah lahan yang tak pernah kering untuk membuat kita semakin produktif.
PANTAI BOJONG SALAWE
Angin telah kehilangan desir
karena pohon pandan tak ada lagi di pesisir
tinggal pasir-pasir beterbangan
udara panas memabukkan
hanya tambak-tambak udang
yang setia menyimpan serpihan kenangan
Aku tak lagi punya nyali
Berperahu menuju Nusawiru
mengintip ikan berenang di air payau
bercanda di antara pohon bakau
dan masih adakah ikan sumbilang
diberikan nelayan berdada telanjang
yang pantang menyerah menyulam kisah di lautan
walau terjangan ombak
kadang menghalangi jalan kembali ke daratan
(Teti Gumiati, Harmoni, 2010:11)
Nasihat itu dapat diekspresikan dalam puisi dengan cara mengajak, menghimbau, sebuah seruan bijak, atau pepatah menuju kebaikan. Nilai-nilai kehidupan yang sangat bermanfaat menuju kebaikan hidup seseorang merupakan celah yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan kreatif kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar