Minggu, 26 Februari 2017

bait-bait terputus

rasa suka

tersenyumlah
tatap jelas kehidupan
rasakanlah
semua jeritan sukma

laluilah
dan hadirkan rasa sayang
cintailah
marah dan benci di hati kita

menikmati hidup
dengan rasa suka
membuka cerita
kiranya datang ceria

kawan tak terkalahkan
tetap teruskan
masa depan kita

(19-september)

bait-bait terputus

memandang

Teringat jelas apa yang kau katakan  kepadaku
Segala yang telah  terjadi di hidupmu, semejak dahulu
Dan kau telah terbiasa, melewati
Tak usah ragukan hatimu
Jalan teramat panjang untuk di sesalkan
Dari arah yang terjalin di sana

Tetaplah berjalan…..

Menatap  Langit
 (Dani Siregar / Aidil Azmi)


ombak – ombak langit terurai indah
dalam naungan sinar bulan
awannya pun yang berombak
mulai menyisir lenyap
selarut malam ini
begitu membingungkan
tak terjumpai sampai saat ini makna
berganti ribuan bintang

bait-bait terputus

Saya disini
Memandang luas
Dari sudut mata
Ilalang yang tumbuh di sana
Dan di sana juga bergabungkan warna hijau, Terusik pagiku
memandang dari kejauhan apa yang terkaji
Aku bersyukur, Ya aku
Bersyukur kembali, di tempat ini

Here I am

bait-bait terputus

Hijau mudah

mengangkat,menimbang,dan menyesuikan
               terhadirlah tawa,iringi kesunyian kami
untuk melihat butuh pandangan natural
bersih akan dendam itu yang terbaik
               satu anak tangga telah kami naiki
               mengebal dalam rasa acuh
meniadakan,mengurung,menindih
tak ada yang tersisa merupakan penyesal untuk seorang  logika
yang meninggalkan seorang plegmatis
              kami naiki,kami cintai,kami uraikan
              apa yang membuat kami resah
seorang plegmatis yang baik
seorang logika yang belum menemukan arti

bait-bait terputus

Kapanlah di sini ada laut!
Aku kering
di antara deru laju sebuah kota
Tapi langit memintaku
bertahan pada gertak gelisah
semilirnya mengajak untuk beralih
kenangan masa silam
yang entah masih saat ini bersemayam
di jalur sebuah arahnya
Kapanlah di sini ada laut!
ya di kota ini kita merindukan sebilah pandangan itu
Dan ingin menceburkan diri walaupun gak bisa berenang.
tawa kami lepas di sana
bunyi gemercik suara
Air
Kotaku
Kapanlah di sini ada laut!
Tentu dengan senja yg menawan pula

pisahkan aku dengan langkah-langkah hayalan itu kekasih
tumpahkan semua harapan-harapan tentang kita di tempat ini

bait-bait terputus

Duet puisi kami

dan hujan menyapa kotaku..
selamat datang hujan..
kami sangat menantimu untuk mengurangi asap yang mengganggu pernafasan kami,
dan jarak pandang kami dalam berkendaraan..
terima kasi sang pencipta
rintik hujannya merupakan anugrah

Mungkin hatiku tak berbentuk lagi
Tuk tetap menulis sebilah arti
Hari yang mengobati kembali hatiku
Mungkin masaku telah berlalu
Ku akan berarti takkan pergi….
Saat  ku menatap langit yang tenang
Hari ini aku akan berarti
Dan takkan mampu menangisi di malam
Ku akan berarti ku takkan pergi….
Seperti lingkaran
Juga bergulir bagai Roda, seakan waktu masih bersama kita
tuk tetap berdiri mengarungi maksudnya keinginan di hati kita
Masing-masing, bergeraklah

Bebas menari tuk mengikuti laju angin
dan hentakan ketukannya irama

bait-bait terputus

Di belakang kesendirian
Sendiri bukanlah sepi,
Kesendirian adalah kemewahan yang tak semua orang mampu menikmatinya,
Hanya orang-orang  istimewa yang mampu menikmati kemewahan menyendiri,
Dan kopi,
Pelengkapnya,
Hingga tiada tara kemewahan yang terhidang,
Sendiri,
Stasiun,
Duduk bersila,
Kopi,
Dan anak - anak yang memandang di seberang, menawarkan cinta.

inilah aku berjuta mimpi besarku
inilah aku bergumulan dengan harapan
aku takkan berhenti dan takkan terhenti

di sini menjalani teruslah memberi
memaknai setiap langkah
lalu berarti

Catatan ku

Anak anak yang berkreasi, kreatif, lalu smart dan bermanfaat lainnya.. ialah lahir dari rahim ibunya yang begitu luar biasa kuat dan hebat. ...